Pesan dari Air
DULU ada lagu dangdut yang dinyanyikan Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih, yang bercerita mengenai air mancur di Binaria yang pandai berjoget ketika mendengar lagu dangdut. Lagu ini cukup usang, tapi sampai sekarang masih kerap terdengar. Yang belum pernah ke Binaria mungkin berpikir bahwa air mancur itu benar-benar bisa berjoget seperti manusia.
Tapi, yang sudah pernah ke sana segera tahu bahwa air mancur itu tidak benar-benar berjoget kecuali hanya bergerak-gerak mengikuti irama lagu saja. Saya tidak tahu, apakah ketika Bang Haji menciptakan lagu itu ia benar-benar berpikir bahwa air mancur bisa berjoget seperti manusia, atau ia hanya membuat personifikasi saja.
Tetapi, sebenarnya fenomena air yang bisa berjoget itu bukan khayalan, tetapi bisa terjadi betulan. Air memang benar-benar bisa berjoget atau bergerak-gerak dan berubah bentuk sesuai dengan irama lagu yang diperdengarkan kepadanya. Ini bisa dibuktikan melalui pembuktian laboratoriun yang ilmiah. Adalah Prof Masaru Emoto dari Jepang yang membuat eksperimen mencengangkan ini.
Ia berhasil membuktikan bahwa air bukan sekadar benda mati yang tidak bereaksi terhadap alam sekitarnya. Sebaliknya air hidup dan bereaksi terhadap apa yang terjadi kepadanya. Bahkan, air juga merespons sikap manusia terhadapnya.
Hasil penelitian Emoto menunjukkan bahwa air itu hidup sebagaimana manusia. Air bereaksi hampir sama seperti manusia. Air bisa ngambek kalau dimarahi. Air bisa senang ketika dipuji. Air bisa gembira ketika mendengar kata-kata yang indah, dan air bisa berantakan ketika ketakutan. Hasil penelitian ini dituangkan dalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang sekarang menjadi buku terlaris di dunia, dan sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa termasuk Indonesia.
Dalam eksperimennya, Emoto mengambil air dari Waduk Fujiwara di Jepang yang kemudian dibawanya kepada Pendeta Kato Hoki dari Kuil Jyuhoin. Sang pendeta kemudian mengadakan upacara peribadatan selama satu jam dengan bermeditasi dan membaca doa-doa suci ajaran Shinto. Setelah satu jam, Prof Emoto kemudian membawa air itu ke laboratorium dan memotretnya dengan peralatan fotografi khusus. Hasilnya sungguh mengejutkan: Molekul air dari dam yang belum diberi doa-doa ternyata menunjukkan bentuk yang tidak beraturan dan cenderung kotor kehitam-hitaman.
Sementara air yang sudah diberi doa berwarna terang bersinar seperti kristal dengan bentuk segi lima ( hexagonal). Emoto sangat terkejut melihat hasil penelitiannya. Ia pun memberinya nama air heksagonal.
Dalam penelitian lanjutan, hasilnya ternyata lebih mengherankan lagi. Emoto mengambil segelas air lalu memperdengarkan lagu klasik karya Bach berjudul Goldberg Variation. Hasilnya, air itu mengeluarkan bentuk kristal indah dengan warna kebiru-biruan. Kemudian, Emoto mengambil air lain dan memperdengarkan lagu Heartbreak Hotel karya raja rock ën roll Elvis Presley. Hasilnya, air itu warnanya kehitam-hitaman dengan kristalnya menghilang berganti bentuk yang terpecahpecah. Emoto mencoba lagi Pesan dari Air mengambil air dan memperdengarkan lagu heavy metal.
Hasilnya? Mudah ditebak; bentuk air berantakan dan tidak ada lagi kristal, serta warnanya keruh. Saya tidak tahu bagaimana kalau eksperimen Emoto itu dilakukan di Indonesia, Segelas air diambil lalu diperdengarkan lagu Cucakrowo, atau lagu SMSnya Trio Macan, atau lagu Miss Call, atau lagu-lagunya Inul Daratista. Mungkin air itu bentuknya akan mbulet tidak keruan gara-gara keasyikan jogetngebor dan goyang ngecor.
Daya respons dan kepekaan air terhadap lingkungannya amat tinggi. Ketika pada segelas air ditempeli tulisan yang baik seperti terima kasih, bentuk kristalnya terlihat indah dan jelas. Demikian pula ketika mendengar kata-kata yang bagus atau diberi wewangian bunga, kristal-kristal indah dengan warna-warni cemerlang pun bermunculan.Sebaliknya, ketika diperdengarkan kata-kata kasar dan nada yang emosional, kristal-kristal itu langsung hancur berantakan dan keindahan warnanya langsung pudar.
Ketika air ditempeli nama Adolf Hitler warna dan bentuknya juga berubah. Bahkan ketika ditempeli kata Letís do it (ayo kita kerjakan) hasilnya air itu indah. Tapi ketika ditulisi Do it (Lakukan!) kristalnya langsung memudar.
Coba kita lakukan eksperimen di Surabaya. Kita ambil segelas air lalu kita pisuhi dengan pisuhan Suroboyoan. Mungkin air itu bukan hanya berantakan bentuknya, tapi bisa-bisa air itu meludahi kita karena ternyata air itu kita ambil dari Kali Wonokromo.
AIR terbukti hidup dan membawa kehidupan. Tubuh manusia ini 70 persen terdiri dari air. Manusia bisa bertahan hidup 81 hari tanpa makanan sama sekali. Tetapi, manusia akan mati dalam tempo lima hari tanpa minum. Mungkin hasil penelitian Prof Emoto bisa menjawab kondisi yang dialami bangsa Indonesia sekarang ini. Budayawan Abah Nun (Emha Ainun Nadjib) mengatakan bahwa bumi Indonesia ini sangat panas karena masyarakatnya tidak pernah berhenti gontokgontokan, dan pemimpinnya tidak bisa mengeluarkan katakata arif yang menyejukkan.
Barangkali itu juga yang menyebabkan kondisi kita tidak pernah berhenti dari penderitaan dan bencana. Kalau kita bersikap positif dan santun terhadap diri kita dan lingkungan, maka air di tubuh kita dan lingkungan sekitar akan mengeluarkan energi positif yang memberi kita ketentangan dan kebahagiaan. Kalau kita postif dan optimistis kepada diri kita sendiri, maka air dalam diri kita akan mengeluarkan energi positif dan aura yang selalu optimistis. Sebaliknya kalau kita muram dan mencurigai orang lain, air di tubuh kita akan mengalami imbas negatif dan sulit untuk produktif.
Kalau para pemimpin tidak bisa membuat pernyataan yang menyejukkan, dan selalu menunjukkan sikap saling curiga, jangan harap dari tanah air Indonesia akan muncul bungabunga kristal yang menyejukkan. Mungkin sekarang saatnya kita lebih sering lagi berpikir positif dan berkata-kata dengan penuh kasih sayang. Sekaranglah saatnya kita lebih banyak mendengarkan lagu-lagu yang inspiratif. Kurangilah mendengar lagu dangdut seperti Jatuh Bangun, Termiskin di Dunia, Mabuk dan Judi. Madon Bae..*
more on haMeedFinder Blog’s
October 27th, 2008 at 8:50 am
Interesting to know.