Archive for December, 2007

Lemah Iman dan Kiat Mengatasinya

Sunday, December 2nd, 2007

Tanda - Tanda Lemah Iman

  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur’an
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
  4. Meninggalkan sunnah
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur’an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari’ah
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri

Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:

  1. Tilawah Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
  4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
  5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
  6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
  8. Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
  9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.
  10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan perbuatan buruk.
  11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.

Contributed: Anton Anggara   

Misteri Shalat Subuh

Sunday, December 2nd, 2007

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rakaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena, waktunya sangat sempit.

Adalah mustahil bila ada orang yang mengatakan “Mustahil bagi
saya untuk bangun shalat Subuh”. Sesungguhnya permasalahannya kembali pada kemauan. Anda mau atau tidak ?

“Dua rekaat fajar (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya”. (HR. Muslim). Lalu apa yang menghalangi kita shalat Subuh ? bukankah ia menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia ?

Jika anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh. Hati-hatilah bila anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi (shalat). Anda akan ditimpa kemalasan, futur (turun keimanan), lemah, dan terus berdiam diri.

Shalat Subuh merupakan standar nilai sebuah umat. Umat yang lalai akan Subuh berjamaah. Adalah umat yang tidak berhak mendapat kejayaan, akan tetapi untuk diganti dengan yang lain. Umat yang menjaga shalat Subuh secara berjamaah adalah umat yang berhak untuk tegak dan kokoh di muka bumi!
Tips Menjaga Shalat Subuh

  1. Ikhlaskan niat hanya karena Allah, dan berikanlah hak-hak Nya.
  2. Bertekad dan intropeksi diri Anda setiap hari.
  3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali.
  4. Pebanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh.
  5. Carilah kawan yang baik.
  6. Lihatlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah; (tidur awal, berwudhu sebelum tidur, miring kekanan, berdo’a) Sampaikan pada orang lain akan gaya hidup Anda yang baru.
  7. Menyedikitkan makan sebelum tidur serta jauhkan teh dan kopi pada malam hari.
  8. Tulis pengingat sholat Subuh dan gantunglah di atas dinding.
  9. Bantulah dengan tiga bel (jam weker, telepon, bel pintu)
  10. Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga Anda.

Sumber : Misteri Shalat Subuh DR. Raghib As-Sirjani

Sedikit Narsis Itu Baik Untuk Anda

Sunday, December 2nd, 2007

Narsis, narsisis, atau narcissist, adalah kata yang biasa diterjemahkan dengan "orang yang mencintai dirinya sendiri". Pertanyaannya, Anda tentu saja mencintai diri Anda sendiri bukan? Narsis, sering dikonotasikan dengan keadaan mencintai diri sendiri secara berlebihan. Konon, salah satu contoh narsisis yang terkenal adalah Napoleon Bonaparte. Di berbagai belahan dunia, narsisis digambarkan sebagai orang yang begitu mencintai dirinya sendiri, sampai menghabiskan waktu berjam-jam di depan kaca, hanya untuk mengagumi dirinya.

Anda, pasti tidak demikian. Tapi Anda, pasti mencintai diri sendiri. Bahkan, Anda wajib mencintai diri sendiri. Mengapa? Sebab, nyaris apapun yang Anda lakukan, adalah cerminan dari rasa cinta kepada diri Anda sendiri. Anda memelihara kesehatan karena Anda mencintai diri Anda. Anda bekerja keras untuk anak, istri, suami dan keluarga Anda, itu juga cerminan dari diri Anda yang mencintai diri sendiri. Sebab tanpa anak, istri, suami, dan keluarga, atau jika terjadi hal buruk pada diri mereka, maka hal itu akan melukai Anda. Dan Anda, tentu tidak ingin itu terjadi pada diri Anda. Anda, memang cinta diri Anda.

Saya sendiri, juga merasa sangat mencintai diri sendiri. Cinta Saya ada dalam konteks bahwa segala yang melekat pada diri Saya adalah amanah. Amanah yang harus Saya jaga dan pelihara. Sebab jika Saya tidak melakukannya, Saya akan berdosa. Cinta Saya pada diri Saya, seperti juga cinta Anda pada diri Anda, adalah cinta karena amanat-Nya.

Apa sajakah yang harus Anda cintai dari diri sendiri? Ya! Apa saja tentunya. Apa yang menjadi kelebihan dan apa yang menjadi kekurangan Anda. Kekurangan juga? Ya, kekurangan Anda adalah sesuatu yang diamanatkan kepada Anda, agar Anda mencintainya, dan dengan cinta itu Anda akan memelihara, menjaga, dan memperbaikinya, sehingga ia bisa tumbuh besar sebagai kekurangan yang bergeser menjadi kelebihan.

Artinya, jika diri Anda merasa memiliki kekurangan, maka itu bukan sesuatu yang perlu Anda buang. Apa yang perlu Anda lakukan adalah berbagai perubahan dan perbaikan, sehingga diri Anda tidak lagi merasa memiliki kekurangan. Dan setelah Anda berhasil melakukannya, maka Anda akan memahami bahwa kekurangan Anda, adalah sesuatu yang sama berharganya dengan kelebihan Anda.

Percayalah, tidak ada satu pun yang tidak berguna. Anda tentu meyakini bahwa Tuhan adalah maha adil dan maha sayang pada setiap manusia. Akankah Anda mempertanyakan kembali itu semua, manakala Anda menghadapi atau menemukan adanya kekurangan di dalam diri? Percayalah, bahwa semua kekurangan ada manfaatnya. There is no such thing as useless. Jika Anda punya fear, itu ada manfaatnya. Jika Anda miskin, itu ada gunanya. Jika Anda sakit, itu pun berguna. Jika Anda kehilangan anggota badan, itu ada hikmahnya. Jika Anda kebetulan ber-iq rendah, itu ada alasannya. Jika Anda belum juga dikaruniai seorang anakpun sampai saat ini, itu juga ada latar belakangnya.

Pernah mendengar kata ini, "gimmick"? Gimmick adalah sesuatu yang baru disadari telah berperan besar dalam merubah dunia, dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Alva Edison tidak begitu saja berhasil menemukan bohlam. Ia harus jungkir balik di dalam segala kegagalan dan kekurangan. Kendaraan mewah yang Anda nikmati sekarang, hanya menjadi seperti sekarang di atas berbagai kekurangan. Apa yang kita kenal sebagai "post it" - kertas persegi berukuran kecil yang sering kita tempelkan di mana-mana sebagai alat bantu pengingat kita, adalah sebuah produk gagal yang menjadi berhasil.

Lihatlah apa yang terjadi pada diri orang yang secara umum dianggap memiliki kekurangan. Lihatlah orang semacam Tukul Arwana yang telah berhasil, di atas "kekurangannya". Ia adalah contoh nyata, dari seseorang yang sebelumnya merasa memiliki kekurangan. Kini, apa yang namanya kelebihan, berada di tangannya.
Cintailah diri Anda, dengan segala kekurangannya. Pahamilah, bahwa itu artinya, Anda punya tugas besar dan mulia untuk menjadi seseorang yang akan merubahnya menjadi keberhasilan. Itulah, yang sangat mungkin, akan menjadi sumber inspirasi bagi dunia. Dan Anda, sangat beruntung karena Andalah yang terpilih.

Keanekaragaman Sumber Daya Alam Hayati dan Konservasinya

Saturday, December 1st, 2007

Realita hidup dan kehidupan manusia tidak terlepas dari alam dan lingkungannya, karena hal tersebut merupakan hubungan mutualisme dalam tatanan keseimbangan alam dan kehidupannya (Balancing Ecosytem). Adapun kemampuan manusia hidup dan mempertahankan kehidupannya (survive) dalam rangka pengembaraannya dimuka bumi adalah sebagai proses pembentukan pribadi individu yang peka terhadap alam dan lingkungannya.

Sumber daya alam terbagi dua, yaitu SDA yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable) dan yang dapat diperbaharui (renewable). Keanekaragaman hayati termasuk didalam sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Potensi sumber daya alam hayati tersebut bervariasi, tergantung dari letak suatu kawasan dan kondisinya. Pengertian istilah sumber daya alam hayati cukup luas, yakni mencakup sumber daya alam hayati, tumbuhan, hewan, bentang alam (landscape) dan sosial budaya. Indonesia memiliki keanekaragaman sumberdaya alam hayati yang berlimpah ruah sehingga dikenal sebagai negara MEGABIODIVERSITY. Keanekaragaman hayatinya terbanyak kedua diseluruh dunia.

POTENSI KEKAYAAN JENIS
Seperti telah diungkapkan diatas, Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity. Meskipun luas arealnya hanya mencakup 1,3% dari seluruh luas permukaan bumi, namun kekayaan jenis makhluk hidupnya mencapai 17% dari seluruh total jenis yang ada didunia. Dari sekian besar kekayaan jenis di Indonesia, baru sebagian kecil yang telah benar-benar dipelajari dan dipahami oleh manusia.

NILAI-NILAI KEANEKARAGAMAN HAYATI

1. Nilai Ekologis
Setiap sumberdaya alam merupakan unsur ekosistem alam. Sebagai misal, suatu tumbuhan dapat berfungsi sebagai pelindung tata air dan kesuburan tanah. Suatu jenis satwa dapat menjadi key species yang menjadi kunci keseimbangan alam.

2. Nilai Komersial
Secara umum telah dipahami bahwa kehidupan manusia tergantung mutlak kepada sumber daya alam hayati. Keanekaragaman hayati mempunyai nilai komersial yang sangat tinggi. Sebgai gambaran, sebagian dari devisa Indonesia dihasilkan dari penjualan kayu dan bentuk-bentuk lain eksploitasi hutan.

3. Nilai Sosial dan Budaya
Keanekaragaman hayati mempunyai nilai sosial dan budaya yang sangat besar. Suku-suku pedalaman tidak dapat tinggal diperkotaan karena bagi mereka tempat tinggal adalah hutan dan isinya. Sama halnya dengan suku-suku yang tinggal dan menggantungkan hidup dari laut. Selain itu keanekaragaman hayati suatu negara lain didunia. Konstribusi-konstribusi ini tentunya memberikan makna sosial dan budaya yang tidak kecil.

4. Nilai Rekreasi
Keindahan sumber daya alam hayati dapat memberikan nilai untuk menjernihkan pikiran dan melahirkan gagasan-gagasan bagi yang menikmatinya. Kita sering sekali pergi berlibur ke alam, apakah itu gunung, gua atau laut dan lain sebagainya, hanya untuk merasakan keindahan alam dan ketika kembali ke perkotaan kita merasa berenergi untuk terus melanjutkan rutinitas dan kehidupan.

5. Nilai Penelitian dan Pendidikan
Alam sering kali menimbulkan gagasan-gagasan dan ide cemerlang bagi manusia. Nilai ini akan memberikan dorongan untuk mengamati fenomena alam dalam bentuk penelitian. Selain itu alam juga dapat menjadi media pendidikan ilmu pengetahuan alam, maka sangat diperlukan bahan untuk penelitian maupun penghayatan berbagai pengertian dan konsep suatu ilmu pengetahuan.

PENGERTIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Definisi keanekaragaman hayati adalah: keanekaragaman makhluk hidup dan hal-hal yang berhubungan dengan ekologinya, dimana makhluk hidup tersebut terdapat. Keanekaragaman hayati mencakup tiga tingkatan yaitu:
1. Keanekaragaman genetik,
merupakan keanekaragaman yang paling hakiki, karena keanekaragaman ini dapat berlanjut dan bersifat ditunkan. Keanekaragaman genetik ioni berhubungan dengan keistimewaan ekologi dan proses evolusi.

2. Keanekareagaman jenis,
meliputi flora dan fauna. Beraneka ragam jenis memiliki perilaku, strategi hidup, bentuk, rantai makanan, ruang dan juga ketergantungan antara jenis satu dengan yang lainnya. Adanya keanekaragaman yang tinggi akan menghasilkan kestabilan lingkungan yang mantap.

3. Keanekaragaman Ekosistem,
tercakup didalamnya genetic, jenis beserta lingkungannya. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman hayati yang paling kompleks. Berbagai keanekaragaman ekosistem yang ada di Indonesia misalnya ekosistem hutan dan pantai, hutan payau (mangrove), hutan tropika basah, terumbu karang, dan beberapa ekosistem pegunungan, perairan darat maupun lautan. Pada setiap ekosistem terdapat berbagai jenis organisme, baik flora maupun fauna, dan mereka memiliki tempat hidup yang unik.

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI
Istilah konservasi mempunyai definisi pemanfaatan dan pengelolaan alam dan sumber daya alam yang bijaksana bagi kepentingan manusia. Konsep konservasi pada intinya adalah; Melindungi, Memanfaatkan dan Mempelajari.

Kegiatan konservasi mencakup beberapa sektor, yaitu sektor ilmiah, sektor sosial budaya dan sektor pengolahannya. Ketiga sektor ini harus saling melengkapi mengikat satu sama lainnya. Sektor ilmiah melaksanakan kegiatan-kegiatan penelitian-penelitian dan pengamatan yang bersifat ilmiah, artinya kegiatan ini bersifat terbuka, terukur, sistematik nalar dan berkaitan dengan sistematik yang ada. Misalnya penelitian tentang satu jenis folra dan fauna tertentu, baik dari populasi atau habitatnya. Sektor sosial budaya dan ekonomi perlu dipahami, sebab latar belakang masyarakat berpengaruh terhadap perlindungan pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya alam hayati. Sektor pengolahan adalah bagaimana manusia mengelola sumber daya alam yang ada secara bijaksana.

Dukungan yang mengglobal terhadap konservasi didasarkan karena penghargaan estetika, pengetahuan bahwa produk-produk yang berguna dapat saja berasal dari jenis yang belum dikenali, dan pengertian bahwa lingkungan harus menjadi fungsi biosphere yang tepat, khusunya yang berhubungan dengan kebutuhan manusia akan udara, air dan tanah, yang mana saat ini mengalami degradasi yang sangat cepat.

Akan tetapi usaha-usaha konservasi menjadi rumit dan kompleks dengan adanya kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh setiap orang dimuka bumi ini. Para konservasionis murni akan memilih untuk melakukan pembangunan total pada kehidupan alam, akan tetapi kenyataan politik dan ekonomi memaksa bahwa pendekatan ini tidak dapat dilaksanakan.

Pada kenyataannya, tiga nilai yang terkandung dalam konsep konservasi, yaitu melindungi, memanfaatkan dan mempelajarri masih belum berjalan secara seimbang. Nilai pemanfaatan jauh lebih banyak diterapkan dari pada dua nilai yang lainnya. Inilah yang menjadi akar permasalahan dalam usaha-usaha konservasi dimana saja, terutama dinegara-negara berkembang.